PALING BANYAK DI KUNJUNGI

Minggu, 04 Maret 2012

Jusni Sofjan, Ketua BK DPRD Lampung Meninggal Dunia Mendadak



Almarhum Hari Ini Jadwalkan Tuntaskan Pansus RSUAM

BANDARLAMPUNG- Keluarga besar DPRD Provinsi Lampung berduka.  Drs. Jusni Sofjan, MM anggota Komisi V DPRD Lampung Sabtu (3/3) mengembuskan napas terakhir di kediamannya di Jalan Hi Amar II Kav No.6, Pondok Kelapa Jakarta Timur (Jaktim). Fungsionaris DPD Partai Hanura Lampung ini diduga terkena serangan jantung.
        Ketua DPD Partai Hanura Lampung Hi. Andi Surya yang melayat  ke rumah duka menuturkan, setelah disemayamkan, jenazah dimakamkan sekitar pukul 16.00 WIB di pemakaman Pondok Kelapa, Jaktim. "Bada Asar jenazah dimakamkan di pemakaman Pondok Kelapa," kata Andi Surya.
        Menurut Andi, berdasarkan keterangan pihak keluarga, sebelum meninggal, Jusni sedang tidur seorang sendiri di kamarnya yang berada di lantai dua. Namun, ketika akan dibangunkan sekitar pukul 08.00 WIB, almarhum ditemukan sudah tidak bernapas.
        "Informasi dari keluarga, biasanya almarhum sudah turun sebelum jam delapan. Tetapi, pagi itu almarhum belum turun juga. Ketika didatangi ke kamarnya, ternyata sudah meninggal di atas tempat tidur," terangnya.
        Wakil Ketua DPRD Lampung Hantoni Hasan menerangkan, DPRD sangat kehilangan sosok Jusni. Hal itu karena Jusni merupakan salah satu anggota DPRD terbaik.
"DPRD sangat berduka. Dia merupakan salah satu anggota terbaik DPRD. Artinya, dari sisi kapasitas dan integritas,
almarhum sangat baik. Kami merasa kehilangan," tutur Hantoni.
Kolega almarhum di dewan,  Toto Herwantoko yang juga melayat ke rumah duka menambahkan, mengenal almarhum sebagai sosok yang memiliki tanggung jawab tinggi dalam melaksanakan amanah maupun tugas. "Jumat sore, sehari sebelum almarhum meninggal saya masih berbicara melalui telepon dengan almarhum sekitar setengah jam. Kami masih membicarakan masalah pansus (panitia khusus). Bahkan, almarhum mengatakan akan berangkat ke Lampung pada Minggu (4/3) untuk kembali menjalankan tugas. Makanya, saya kaget dan langsung menangis pas dikasih kabar Pak Jusni meninggal," kata politisi Partai Demokrat ini.
Beberapa rekan sejawat Jusni di DPRD Lampung dan DPD Partai Hanura juga tampak berada di rumah duka. Mereka pun tidak menyangka Jusni telah meninggalkan mereka. Jusni meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak.
Pria kelahiran 26 Mei 1951 itu saat ini menjabat ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Lampung. Politisi Hanura tersebut pun masih tercatat sebagai sekretaris Pansus LHP BKP tentang kinerja Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek (RSUAM) yang akan menyelesaikan masa kerja pada Senin (5/3)
hari ini.
        Hal senada dikatakan Sekretaris DPD Partai Hanura  Lampung Juprius. Menurut dia, Jusni merupakan salah satu figur pemimpin bertanggung jawab yang dimiliki Partai Hanura. Tak heran bila DPD Partai Hanura Lampung menunjuknya sebagai salah satu wakil ketua. "Kami sangat kehilangan dengan kepergian Pak Jusni. Almarhum sangat baik dalam kepemimpinan," kata Juprius.
Juprius menambahkan, Jusni pernah terkena serangan jantung sekitar dua minggu lalu. Jusni pun sempat dirawat di Rumah Sakit Bumi Waras, Bandarlampung, beberapa waktu. Setelah membaik, Jusni menjalani pengobatan lebih intensif di Jakarta.
Mendengar kabar meninggalnya salah satu pimpinan dan kader terbaiknya seluruh pengurus DPD Hanura Lampung tampak sangat berduka. Di Partai Hanura dirinya banyak menempati posisi strategis. Terakhir Jusni menjadi Ketua Badiklat Hanura Lampung dan menjadi wakil ketua Dewan Penasehat organisasi sayap DPD Satria Hanura yang baru dilantik beberapa waktu yang lalu.
Sebagai Ketua Badiklat Jusni baru saja menyiapkan pelaksanaan diklat kader yang rencananya diadakan akhir bulan Maret ini. Untuk menghormati jasa-jasanya segenap pengurus dan kader P-Hanura berencana akan menyelenggarakan Tahlilan dan doa bersama nanti malam pukul 19.30 WIB ba’da Isya di kantor DPD P-Hanura Lampung Jl. KH. Ahmad Dahlan Pahoman. “Seluruh anggota dan kader diminta hadir pada acara tersebut untuk mendoakan arwah beliau” ujar Hary Sasongko wakil ketua Badiklat Hanura Lampung.(ferry)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar