PALING BANYAK DI KUNJUNGI

Senin, 26 Maret 2012

Sambangi Kantor Demokrat Lalu Siarkan Tuntutan di RRI

 BANDARLAMPUNG - Hari ini ribuan massa dari berbagai element diperkirakan akan turun jalan melakukan aksi dan Mogok Nasional menolak kenaikan BBM. Salah satu element yang menyatakan akan turun adalah massa gabungan yang menamakan diri Gerakan Rakyat Menggugat (GRM).
        GRM yang terdiri dari 19 organisasi massa ini di antaranya dari organisasi sayap partai politik seperti Satria Hanura, Gema Hanura yang merupakan organisasi sayap partai Hanura. Kemudian terdapat pula Repdem (Relawan Perjuangan Demokrasi) yang merupakan organisasi sayap PDIP. Dari organisasi mahasiswa dan OKP di antaranya dari Pemuda Muhamadiyah, LMND, IMM, SRMI, AMP, LAKRA, GPL dan sebagainya.
        Salah satu perwakilan dari pimpinan massa dari Pemuda Muhamadiyah yang ikut bergabung Antonius Cahyalana mengatakan aksi yang akan dilakukan hari ini adalah representasi dari kemarahan masyarakat atas kebohongan pemerintahan SBY- Budiono yang tidak berpihak kepada rakyat.
        Menurutnya apa yang dilakukan SBY-Budiono dengan menaikkan BBM kemudian memberikan BLSM (Bantuan Langsung Sementara) yang dulu dinamakan BLT (Bantuan Langsung Tunai) tidak lebih dari sogokan yang tidak bermanfaat apa-apa.
        "Solusi buat rakyat bukan BLSM, semestinya SBY-Budiono lebih arif dalam membuat kebijakan. Kenapa mereka tidak menyita harta koruptor, dan menasionalisasi tambang asing yang jelas-jelas merugikan negara. Bila itu dilakukan maka sudah bisa untuk menutupi kekurangan dari defisit APBD, itu suatu bentuk kebohongan pemerintah. Hal ini harus dijelaskan kepada rakyat," ujarnya.

        Pernyataan serupa juga diungkapkan Denta Febrianda dari LMND Lampung. Denta yang ditunjuk menjadi kordinator aksi mengatakan bahwa kegagalan SBY-Budiono dalam mensejahterakan rakyat ini sebagai dampak dari kebijakannya yang pro asing dan proneoliberalisme.
        Selain itu pemerintah SBY dikepung oleh anggota partainya yang cenderung korup."SBY lupa dengan janjinya melawan koruptor, orang-orang dilingkarannya dari partai Demokrat ternyata lebih korup. Lihat saja kasus wisma atlit yang menyeret ketua umum Demokrat Anas Urbaningrum, itu sudah cukup membuktikan bahwa SBY gagal membuktikan janjinya ketika terpilih dulu," tambahnya.
        Ketua SRMI (Serikat Rakyat Miskin Indonesia) Muhtar Fredi menambahkan bila kebijakan menaikkan BBM ini tentu saja akan semakin menambah angka kemiskinan. Rakyat akan semakin banyak termarjinalkan."Kami dari rakyat miskin dengan tegas menolak kenaikan BBM dengan alasan apapun, dan kami akan terus menyerukan kepada rakyat untuk turun kejalan melawan kebijakan tersebut,"tandasnya.
        Rencananya aksi tersebut akan dimulai dari Tugu Adipura pukul 09.00 WIB. Setelah menggelar mimbar bebas aksi dilanjutkan long marc menuju kantor DPD Partai Demokrat Lampung untuk menggelar orasi selanjutnya berakhir di Stasiun RRI Lampung untuk meminta RRI menyiarkan secara langsung tuntutan mereka menolak kenaikan BBM. (fer)