BANDARLAMPUNG - Hari ini
ribuan massa dari berbagai element diperkirakan akan turun jalan melakukan aksi
dan Mogok Nasional menolak kenaikan BBM. Salah satu element yang menyatakan
akan turun adalah massa gabungan yang menamakan diri Gerakan Rakyat Menggugat
(GRM).
GRM yang terdiri dari 19 organisasi massa ini di antaranya
dari organisasi sayap partai politik seperti Satria Hanura, Gema Hanura yang
merupakan organisasi sayap partai Hanura. Kemudian terdapat pula Repdem
(Relawan Perjuangan Demokrasi) yang merupakan organisasi sayap PDIP. Dari
organisasi mahasiswa dan OKP di antaranya dari Pemuda Muhamadiyah, LMND, IMM,
SRMI, AMP, LAKRA, GPL dan sebagainya.
Salah satu perwakilan dari pimpinan massa dari Pemuda
Muhamadiyah yang ikut bergabung Antonius Cahyalana mengatakan aksi yang akan
dilakukan hari ini adalah representasi dari kemarahan masyarakat atas
kebohongan pemerintahan SBY- Budiono yang tidak berpihak kepada rakyat.
Menurutnya apa yang dilakukan SBY-Budiono dengan menaikkan
BBM kemudian memberikan BLSM (Bantuan Langsung Sementara) yang dulu dinamakan
BLT (Bantuan Langsung Tunai) tidak lebih dari sogokan yang tidak bermanfaat
apa-apa.
"Solusi buat rakyat bukan BLSM, semestinya SBY-Budiono
lebih arif dalam membuat kebijakan. Kenapa mereka tidak menyita harta koruptor,
dan menasionalisasi tambang asing yang jelas-jelas merugikan negara. Bila itu
dilakukan maka sudah bisa untuk menutupi kekurangan dari defisit APBD, itu
suatu bentuk kebohongan pemerintah. Hal ini harus dijelaskan kepada
rakyat," ujarnya.
Pernyataan serupa juga diungkapkan Denta Febrianda dari LMND
Lampung. Denta yang ditunjuk menjadi kordinator aksi mengatakan bahwa kegagalan
SBY-Budiono dalam mensejahterakan rakyat ini sebagai dampak dari kebijakannya
yang pro asing dan proneoliberalisme.
Selain itu pemerintah SBY dikepung oleh anggota partainya
yang cenderung korup."SBY lupa dengan janjinya melawan koruptor,
orang-orang dilingkarannya dari partai Demokrat ternyata lebih korup. Lihat
saja kasus wisma atlit yang menyeret ketua umum Demokrat Anas Urbaningrum, itu
sudah cukup membuktikan bahwa SBY gagal membuktikan janjinya ketika terpilih
dulu," tambahnya.
Ketua SRMI (Serikat Rakyat Miskin Indonesia) Muhtar Fredi
menambahkan bila kebijakan menaikkan BBM ini tentu saja akan semakin menambah
angka kemiskinan. Rakyat akan semakin banyak termarjinalkan."Kami dari
rakyat miskin dengan tegas menolak kenaikan BBM dengan alasan apapun, dan kami
akan terus menyerukan kepada rakyat untuk turun kejalan melawan kebijakan
tersebut,"tandasnya.
Rencananya aksi tersebut akan dimulai dari Tugu Adipura pukul
09.00 WIB. Setelah menggelar mimbar bebas aksi dilanjutkan long marc menuju
kantor DPD Partai Demokrat Lampung untuk menggelar orasi selanjutnya berakhir
di Stasiun RRI Lampung untuk meminta RRI menyiarkan secara langsung tuntutan
mereka menolak kenaikan BBM. (fer)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar