![]() |
| Suasana silaturahmi DPD SATRIA HANURA dengan Editor |
BANDARLAMPUNG -
DPD Satria Hanura Lampung dengan tegas menolak
kenaikan harga BBM dan menyatakan pemberian Bantuan
Langsung Sementara (BLSM) bukanlah menjadi
solusi dalam mengentaskan kemiskinan
rakyat. Dan meminta supaya
harta para koruptor disita dan digunakan
untuk subsidi rakyat.
Dalam
silaturahmi ke redaksi Koran Editor, ketua DPD Satria Hanura Lampung Abu Hasan
beserta rombongan
diterima redaktur politik Wawan Sumarwan, wartawan
politik Ferry Susanto dan wartawan Koran Editor Daud Simanjutak, Minggu (25/3).
“Satria
Hanura menyatakan menolak kenaikan harga BBM dan melakukan nasionalisasi
terhadap perusahaan tambang asing untuk kesejahteraan rakyat,” kata Abu Hasan
Satria Hanura, lanjutnya yang
merupakan organisasi sayap dari Partai Hanura menilai upaya pemerintah dalam menaikan BBM dengan alasan defisit
anggaran APBN suatu hal yang tidak manusiawi dan tidak masuk akal.
"Saat ini APBN kita terus mengalami
defisit namun yang dipersoalkan adalah besarnya beban
subsidi negara untuk BBM yang hanya 137,38
triliun. Sungguh tidak bertanggunggjawab apabila pemerintah menggunakan dalil
kenaikan harga BBM agar dapat memberikan subsidi bagi rakyat miskin melalui
BLSM yang hanya 20-30 triliun pertahun," terangnya.
Ia
menambahkan bila dilihat dari rinciannnya, defisit anggaran APBN justru
disebabkan oleh besarnya biaya bayar hutang luar negeri sekitar Rp170,4 triliun, selain itu pembayaran bunga hutang BLBI yang menyedot APBN sebear 70 triliun
pertahun, gaji dan fasilitas birokrat Rp733 triliun.
“Solusi untuk memenuhi kebutuhan dasar rakyat adalah
melakukan nasionalisasi perusahaan tambang asing seperti Chevron Pacific
Indonesia, Exxon Mobil, Chonoco Philips, E&P, Shell, Petronas dll,” ujarnya
Selain itu, lanjutnya menyita harta para koruptor
seperti kasus century, kasus wisma atlit, kasus Ambalang, Korupsi di
Kemenakertrans, Mafia Pajak dsb untuk digunakan sebagai subsidi rakyat. Serta
meminta penghapusan hutang luar negeri dan hutang BLBI.
“Kami menghimbau
kepada seluruh masyarakat untuk ikut bergabung pada aksi penolakan kenaikan BBM
yang akan dilakukan Satria Hanura Lampung pada hari selasa (27/3) yang
dipusatkan di Tugu Adipura,” tuturnya.
Setelah
melakukan aksi penolakan BBM, juga
berencana melakukan aksi solidaritas terhadap warga Sendang Ayu, Padang Ratu
dan Surabaya Lamteng yang melakukan aksi menginap di BPN Lampung.
"Aksi
tersebut kami lakukan sebagai bentuk kepedulian kami terhadap masyarakat. Sebab
Satria Hanura memiliki komitmen untuk membantu perjuangan rakyat
yang tertindas dan yang dilanggar hak-haknya. Kami juga mengupayakan agar
fraksi Hanura yang ada di DPRD agar mendorong komisi I yang menangani masalah
tersebut agar memfasilitasi pertemuan warga dengan BPN," tandasnya. (fer)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar