Siaran Langsung di RRI
Serukan Mogok Nasional
BANDARLAMPUNG – Meski tak gegap gumpita di daerah lain,
kemarin di Lampung juga menggema aksi massa menolak kenaikan BBM. Massa yang tergabung Gerakan Rakyat Menggugat
(GRM) ini melakukan aksi dengan mimbar bebas di Tugu Adipura, Enggal kemudian long marc ke kantor DPD Partai Demokrat dan berakhir di Stasiun
RRI Lampung.
Massa gabungan dari 18 organisasi di antaranya LMND, SRMI,
IMM, KOMALA, Satria Hanura, Gema Hanura, Dema Teknik UBL, GPN, Repdem, LAKRA, BEM Umitra, HIMA FISIP UBL, KPKAD, AMP
dan GPL.
Korlap aksi, Denta Febrianda dalam orasinya menyerukan mogok
nasional dan mengancam akan menurunkan masa lebih banyak lagi pada 1 April
mendatang, bila pemerintah tetap menaikkan harga BBM. "Kami menyerukan
kepada seluruh masyarakat untuk ikut melakukan mogok secara nasional pada 1
April mendatang bila SBY-Budiono tetap menaikkan harga BBM," teriaknya.
GRM memberikan solusi agar APBN dapat memenuhi kebutuhan
dasar rakyat adalah dengan melakukan nasionalisasi perusahaan tambang asing
seperti Chevron Pacifik Indonesia, Exxon Mobil, Chonoco Philips,dan sebagainya.
Lalu melakukan penghapusan hutang luar negeri, dan menyita harta koruptor untuk
subsidi.
Selain itu GRM menyatakan BLSM (Bantuan Langsung Sementara)
yang diprogramkan pemerintah bukan sebuah solusi mensejahterakan rakyat. Mereka
juga menuntut agar upah buruh dinaikkan dan dihapuskannya sistem outsourching,
serta penuntasan kasus-kasus agraria dan renegosiasi kontrak karya perusahaan
tambang asing.
Massa juga sempat berunjuk rasa dan menggelar orasi di depan
Kantor DPD Demokrat Lampung. Aksi massa dikawal ketat jajaran Polres
Bandarlampung yang dipimpin langsung oleh Kapolres Kombes. M Nurochman. Setelah
berorasi kurang lebih setengah jam massa kemudian melanjutkan aksi ke Stasiun
RRI Lampung.
Setibanya di depan RRI aksi sempat diwarnai kericuhan kecil.
Kericuhan disebabkan karena pihak aparat
kepolisian melakukan perampasan terhadap ban mobil yang dibawa peserta, ban tersebut rencananya akan dibakar di depan
gedung RRI.
Setelah bernegosiasi dengan pihak RRI dan kepolisian akhirnya
massa diizinkan memasuki halaman RRI dan melakukan siaran langsung penolakan
terhadap rencana kenaikan BBM. Orasi yang disiarkan langsung tersebut diwakili
5 orang pimpinan massa yakni, Denta Febrianda dari LMND, Abu Hasan dari Satria
Hanura, Deny Ribowo dari Gema Hanura, Antonius Cahyalana dari Pemuda
Muhamadiyah, dan Ansyori.
Terpisah, sekretaris DPD PD Lampung Fajrun Najah Ahmad
menyambut positif aksi yang ditujukan ke DPD PD Lampung. Dirinya memberikan
apresiasi dan menganggap hal tersebut bentuk ekspresi terhadap PD yang merupakan
partai pemerintah.
"Kami menangkap pesan agar aspirasi teman-teman tersebut
dapat ditindaklanjuti dengan menyampaikannya ke DPP. Ketua kami M. Ridho
Ficardo berjanji akan menyampaikan aspirasi tersebut kepada ketua umum DPP PD
Anas Urbaningrum," terangnya.
Fajar panggilan akrabnya mempersilahkan untuk melakukan aksi
terhadap penolakan rencana kenaikan BBM tersebut, sepanjang tidak melakukan
tindakan anarkis apalagi sampai mengganggu ketertiban umum. Dirinya meminta
agar aspirasi disampaikan dengan santun dan tidak melanggar norma kehidupan
bermasyarakat.
Dia juga meminta kepada semua pihak agar menilai dengan
jernih rencana pemerintah menaikkan harga BBM. Menurutnya langkah SBY untuk
menaikkan harga BBM telah melalui kajian yang sangat cermat dan luas serta demi
tetap terpeliharanya perekonomian bangsa. (fer)