PALING BANYAK DI KUNJUNGI

Rabu, 28 Maret 2012

Gegap Gumpita Aksi Tolak Kenaikan Harga BBM


Siaran Langsung di RRI Serukan  Mogok Nasional 
 
BANDARLAMPUNG – Meski tak gegap gumpita di daerah lain, kemarin di Lampung juga menggema aksi massa menolak kenaikan BBM.  Massa yang tergabung Gerakan Rakyat Menggugat (GRM) ini melakukan aksi dengan mimbar bebas di Tugu Adipura, Enggal  kemudian long marc ke kantor  DPD Partai Demokrat dan berakhir di Stasiun RRI Lampung.
        Massa gabungan dari 18 organisasi di antaranya LMND, SRMI, IMM, KOMALA, Satria Hanura, Gema Hanura, Dema Teknik UBL, GPN, Repdem,  LAKRA, BEM Umitra, HIMA FISIP UBL, KPKAD, AMP dan GPL.
        Korlap aksi, Denta Febrianda dalam orasinya menyerukan mogok nasional dan mengancam akan menurunkan masa lebih banyak lagi pada 1 April mendatang, bila pemerintah tetap menaikkan harga BBM. "Kami menyerukan kepada seluruh masyarakat untuk ikut melakukan mogok secara nasional pada 1 April mendatang bila SBY-Budiono tetap menaikkan harga BBM," teriaknya.
        GRM memberikan solusi agar APBN dapat memenuhi kebutuhan dasar rakyat adalah dengan melakukan nasionalisasi perusahaan tambang asing seperti Chevron Pacifik Indonesia, Exxon Mobil, Chonoco Philips,dan sebagainya. Lalu melakukan penghapusan hutang luar negeri, dan menyita harta koruptor untuk subsidi.
        Selain itu GRM menyatakan BLSM (Bantuan Langsung Sementara) yang diprogramkan pemerintah bukan sebuah solusi mensejahterakan rakyat. Mereka juga menuntut agar upah buruh dinaikkan dan dihapuskannya sistem outsourching, serta penuntasan kasus-kasus agraria dan renegosiasi kontrak karya perusahaan tambang asing.

        Massa juga sempat berunjuk rasa dan menggelar orasi di depan Kantor DPD Demokrat Lampung. Aksi massa dikawal ketat jajaran Polres Bandarlampung yang dipimpin langsung oleh Kapolres Kombes. M Nurochman. Setelah berorasi kurang lebih setengah jam massa kemudian melanjutkan aksi ke Stasiun RRI Lampung.
        Setibanya di depan RRI aksi sempat diwarnai kericuhan kecil. Kericuhan disebabkan  karena pihak aparat kepolisian melakukan perampasan terhadap ban mobil yang dibawa peserta,  ban tersebut rencananya akan dibakar di depan gedung RRI.
        Setelah bernegosiasi dengan pihak RRI dan kepolisian akhirnya massa diizinkan memasuki halaman RRI dan melakukan siaran langsung penolakan terhadap rencana kenaikan BBM. Orasi yang disiarkan langsung tersebut diwakili 5 orang pimpinan massa yakni, Denta Febrianda dari LMND, Abu Hasan dari Satria Hanura, Deny Ribowo dari Gema Hanura, Antonius Cahyalana dari Pemuda Muhamadiyah, dan Ansyori.
        Terpisah, sekretaris DPD PD Lampung Fajrun Najah Ahmad menyambut positif aksi yang ditujukan ke DPD PD Lampung. Dirinya memberikan apresiasi dan menganggap hal tersebut bentuk ekspresi terhadap PD yang merupakan partai pemerintah.
        "Kami menangkap pesan agar aspirasi teman-teman tersebut dapat ditindaklanjuti dengan menyampaikannya ke DPP. Ketua kami M. Ridho Ficardo berjanji akan menyampaikan aspirasi tersebut kepada ketua umum DPP PD Anas Urbaningrum," terangnya.

        Fajar panggilan akrabnya mempersilahkan untuk melakukan aksi terhadap penolakan rencana kenaikan BBM tersebut, sepanjang tidak melakukan tindakan anarkis apalagi sampai mengganggu ketertiban umum. Dirinya meminta agar aspirasi disampaikan dengan santun dan tidak melanggar norma kehidupan bermasyarakat.
        Dia juga meminta kepada semua pihak agar menilai dengan jernih rencana pemerintah menaikkan harga BBM. Menurutnya langkah SBY untuk menaikkan harga BBM telah melalui kajian yang sangat cermat dan luas serta demi tetap terpeliharanya perekonomian bangsa. (fer)